"SELAMAT DATANG DI BLOG INI - SEMOGA ANDA MENDAPATKAN APA YANG ANDA CARI DI SINI"

Sabtu, 08 Juni 2013

Peran seorang pemimpin menurut Mintzberg



Dalam tulisannya yang berjudul “The Manager’s Job : Folklore and Fact (dalam Harvard Business Review Vol 53, 1975), Henri Mintzberg mengemukakan berbagai macam peran pemimpin berdasarkan kewenangan dan status formal yang didapat dari organisasi. Menurutnya, kewenangan dan status formal yang didapat dari organisasi melahirkan tiga macam peran antar manusia. Peran antar manusia ini selanjutnya melahirkan tiga macam peran informatif. Selanjutnya peran informatif melahirkan empat macam peran pembuat keputusan.


Peran Antar Manusia

Tiga jenis peran yang langsung mengalir dari kewenangan formal adalah peran antar manusia, yang terdiri atas :


1) Peran selaku tokoh; karena posisinya selaku kepala dalam organisasi, setiap pemimpin mempunyai kewajiban untuk melakukan kegiatan yang bersifat seremonial. Misalnya, seorang Walikota kadang-kadang harus menggunting pita dalam acara pembukaan sebuah kompleks Real estate, seorang Komandan menyematkan tanda jasa kepada bawahannya, dan lain-lain. 

2) Peran selaku pemimpin; karena jabatannya, pemimpin bertanggungjawab atas segala sesuatu yang dikerjakan anak buahnya. Inilah yang disebut perannya selaku pemimpin. Pemimpin misalnya bertanggungjawab atas penggajian dan latihan kerja anak buahnya. Selain itu merupakan tugasnya yang tidak langsung untuk memotivasi dan meningkatkan semangat kerja anak buahnya. Ia harus berusaha menyelaraskan kebutuhan anak buahnya dengan kepentingan organisasi. Secara formal, organisasi hanya menyediakan sejumlah kewenangan, namun kepemimpinanlah yang menentukan sejauh mana kekuasaan yang tersedia akan dimanfaatkan.

3) Peran selaku penghubung (liaison); yang dimaksud dengan peran selaku penghubung, adalah kegiatan pemimpin untuk melakukan hubungan selain hubungan ke atas menurut jalur komando. Berdasarkan penelitian, ternyata 45% hubungan yang dilakukan pemimpin adalah hubungan dengan teman sejawatnya, sekitar 45% dengan anak buahnya, dan hanya sekitar 7% saja dengan atasannya. Hubungan dengan teman sejawatnya (misalnya antar kepala bagian) dilakukan dengan cara informal, pribadi dan lisan, tetapi informasi yang terkumpulkan ternyata sangat efektif.


Peran Informatif


Mengalir dari peran hubungan antar manusia yang dimainkannya, baik dengan anak buah maupun dengan jaringan kerja yang dihadapinya, pemimpin dapat diibaratkan sebagai pusat syaraf organisasi. Ia tidak perlu mengetahui segalanya, tetapi ia pasti lebih mengetahui dari setiap anggota stafnya. Hal ini dapat dipahami karena selaku orang yang memiliki wewenang formal, ia memiliki akses yang memudahkan untuk mengadakan hubungan baik dengan anak buahnya, maupun dengan pihak ketiga. Peran informatif ini terdiri atas :


1) Peran selaku pencatat (monitor); karena jaringan kontak pribadinya demikian luas, pemimpin dapat mengumpulkan informasi dari berbagi pihak. Informasi itu didapatnya secara langsung, termasuk yang berupa desas-desus, kabar angin atau spekulasi. Informasi ini dapat berupa informasi lunak yang berguna bagi kepentingan organisasi.

2) Peran selaku penyebar (disseminator); Informasi yang berhasil didapatkannya berdasarkan hubungan pribadinya, boleh jadi ada yang perlu diketahui oleh anak buahnya. Pemimpin dapat memberikan informasi yang diperlukan itu secara langsung. Mungkin pemimpin menjadi penghubung antara anak buah yang saling menguntungkan, jika diantara mereka secara formal tidak ada jalur informasi satu sama lain.

3) Peran selaku juru bicara; peran ini adalah kegiatan pemimpin untuk memberikan keterangan tentang organisasinya kepada pihak luar. Misalnya seorang direktur perusahaan besar harus menggunakan sebagian besar waktunya untuk memberikan keterangan tentang perusahaannya kepada para wartawan.



Peran Pembuat Keputusan


Informasi tentu saja bukan akhir dari segala kegiatan. Informasi merupakan masukan dasar untuk membuat keputusan. Pemimpin memainkan peran utama dalam proses pembuatan keputusan. Karena wewenang dan kedudukan formalnya sebagai pusat syaraf organisasi, hanya dialah yang bisa mengambil keputusan yang bersifat strategis. Peran pemimpin dalam membuat keputusan terdiri dari :


1) Peran selaku wiraswastawan (entrepreneur); pemimpin bertanggungjawab untuk memajukan dan menyesuaikan organisasinya dengan perkembangan lingkungan. Peranannya selaku pengumpul informasi, suatu ketika mungkin menemukan gagasan-gagasan baru. Gagasan-gagasan baru ini kalau dianggap baik, dapat diterapkan di dalam organisasi yang dipimpinnya.


2) Peran selaku penanggulang gangguan; tidak ada suatu organisasi pun yang selalu berjalan mulus. Suatu saat pasti akan mengalami gangguan tertentu yang disebabkan perkembangan keadaan. Gangguan itu bukan saja disebabkan keterbatasan pemimpin untuk mengenali situasi, tetapi juga karena pemimpin yang terbaik pun tidak mungkin meramalkan akibat dari seluruh tindakannya. Pendek kata gangguan itu datang dari suatu hal yang diluar jangkauannya. Selaku pemimpin ia harus mampu mengatasinya. Jika perannya selaku wisaswastawan berupa inisiatif untuk mengadakan perubahan dengan sukarela, perannya selaku penanggulang gangguan merupakan seharusnya yang mesti dilakukan.

3) Peran selaku pembagi sumberdaya; peran ini adalah tanggungjawab pemimpin untuk menentukan “siapa akan dapat apa” dalam organisasi yang dipimpinnya. Sumberdaya yang paling penting untuk diatur pembagiannya adalah waktu yang dimilikinya. Selanjutnya pemimpin dibebani tugas untuk mengatur pola hubungan formal yang mengatur bagaimana pekerjaan dibagi dan dikoordinasikan.

4) Peran selaku perunding; penelitian membuktikan bahwa pemimpin menggunakan waktunya yang tidak sedikit untuk mengadakann perjanjian demi perjanjian. Penutupan perjanjian ini nampaknya telah merupakan tugasnya yang rutin, yang mengalir dari kedudukannya sebagai pusat syaraf organisasi dan kewenangan yang dimilikinya dalam organisasi.


Kesepuluh peran pemimpin tersebut merupakan suatu keterpaduan yang tidak mudah dipisahkan satu sama lainnya. Tidak ada satu peran pun yang bisa berdiri sendiri.