"SELAMAT DATANG DI BLOG INI - SEMOGA ANDA MENDAPATKAN APA YANG ANDA CARI DI SINI"

Tuesday, June 25, 2013

Akibat yang ditimbulkan oleh stres (Manajemen stres-3)

MANAJEMEN STRES




Akibat yang ditimbulkan oleh stres


Beberapa akibat yang sering terjadi akibat stres adalah :

1.  Physical Outcomes, yaitu akibat stres yang berimplikasi pada fisik seseorang. Seringkali stres yang tidak termanage dengan baik, akan membuat fisik seseorang menjadi lemah dan akhirnya sakit, bahkan berujung pada kematian. Banyak kasus hipertensi, gagal jantung, gangguan pernafasan, gangguan seksual, hingga kematian.

2.   Psychological Outcomes, yaitu akibat stres yang merujuk kepada kondisi mental seseorang. Hal ini sering dijumpai. Banyak orang yang stres menjadi trauma, mengalami gangguan mental bahkan, yang berbahaya orang tersebut menjadi ingin melukai atau membunuh seseorang. Di Indonesia sendiri, pasca krisis moneter yang melanda menjelang tahun 2000 lalu, banyak orang yang mengalami gangguan mental lantaran tidak dapat menerima kenyataan. Di Jepang, setiap tahun dilaporkan ribuan orang bunuh diri lantaran tidak kuat menanggung stres yang dialaminya serta banyak contoh lain di lingkungan sekitar kita.

3.   Behavioral Outcomes, yaitu  akibat  stres  yang  berimplikasi  pada  behavior seseorang. Inilah yang sekarang membuat banyak organisasi merasa perlu memanage stres. Bahwa stres, dalam batas wajar dan seimbang, membuat seseorang termotivasi yang pada akhirnya berimplikasi pada peningkatan kinerja.
     
     Shani and Lau (2005, 320) menyatakan : “when the individuals experiences a low level of stress, he or she is not activated and doesn’t evince improved performance : when the individual experiences too high a level of stress, he or she spend more time and other resources in coping with stress. Thus, a moderate amount of stress causes the individual to be activated and to expend maximal energy in job performance”. Untuk itu, stres di organisasi sebenarnya sangat diperlukan, untuk meningkatkan kinerja seseorang. Dalam menentukan target, pimpinan sebaiknya memberikan target yang menantang, cukup sulit, namun dapat dikerjakan. Hal ini akan membuat setiap orang dalam organisasi itu termotivasi dan berimplikasi pada peningkatan kinerjanya.

       Sebuah penelitian di Inggris menyatakan bahwa pelatih yang senantiasa mematok target relatif tinggi bagi timnya, misalnya juara, terbukti pada akhir musim, timnya berada pada posisi lebih tinggi dibandingkan tim lain, dengan kualitas dan reputasi sama, namun di awal musim, pelatihnya hanya mematok target “setidaknya berada dalam posisi 5 besar”. Hal ini terjadi, karena target pelatih tim pertama itu menjadi stimulus bagi anggota timnya untuk bekerja keras, bermain tanpa kompromi dan penuh semangat sepanjang musim. Mereka yakin bahwa mampu mengalahkan tim-tim yang secara materi jauh lebih bagus.

      Berkaitan dengan hal itu Mosley, Meggison dan Pietri (2005, 365) berfalsafah “Life is full of stressor that can stimulate, energize, and aid in such positive outcomes as individual health and high productivity. We call the constructive dimensions of positive stress : eustress”.

4.   Burnout. Mosley, Meggison dan Pietri (2005, 370) mendefinisikan burnout sebagai : “a stress related malady that generally originates in the setting where people invest most of their time and energy”. Sementara itu Shani and Lau (2005, 320) mendefinisikan burnout sebagai : “a combined physical, mental, and emotional exhaustion arising from the cumulative effects of prolonged stress”. Burnout sangat berbahaya bagi orang itu sendiri dan merugikan organisasi.

  Seseorang yang berada pada phase burnout, akan mengalami penurunan produktivitas yang sangat drastis, kesulitan untuk berkonsentrasi, dan seringkali terjerumus ke obat-obatan terlarang, minuman keras, rokok yang berlebihan sebagai pelariannya. Untuk itu sedapat mungkin, fase burnout ini dideteksi dari awal dan dicegah. Golembiewski and Munzenrider (1988, pp 19- 28) yang melakukan penelitian mengenai burnout, menyimpulkan bahwa orang-orang yang beresiko mengalami burnout berasal dari 3 kategori : “First, they experience stress caused predominantly by job-related stressors. Second, they tend to be idealistic and/ or self-motivated achievers. Third, they tend to seek unattainable goals.”



No comments:

Post a Comment

Kata Bijak :