"SELAMAT DATANG DI BLOG INI - SEMOGA ANDA MENDAPATKAN APA YANG ANDA CARI DI SINI"

Tuesday, June 25, 2013

Wawasan praktis (Manajemen stres-5)

manajemen stres



Wawasan Praktis :


5 Kesalahan fatal yang sering dilakukan counsellor dalam menghandle orang yang sedang mengalami stres :

1. Tidak memperhatikan bahasa tubuh orang yang bersangkutan.

Seringkali dalam melakukan konseling, orang tidak memperhatikan bahasa tubuh ’’pasiennya.“ Bahasa tubuh yang mengungkapkan bahwa pasien itu tidak nyaman, bosan ataupun perasaan tidak enak yang lain hanya akan membuat pasien merasa bahwa proses konseling tersebut tidak berguna. Pekalah terhadap bahasa tubuh pasien anda, apabila dia nampak tidak nyaman, ubahlah metode konseling anda sampai dia merasa nyaman.

2. Penggunaan kalimat yang terlalu muluk

Kesalahan fatal berikutnya adalah menggunakan kalimat yang muluk. Hal ini seringkali dilakukan oleh counsellor, terutama ketika berbicara masalah motivasi. Kalimat ’’Saya memulai karir dari loper koran dan sekarang saya sudah memiliki kekayaan lebih dari Rp. 10 Milyar, jadi anda seharusnya bisa seperti saya“. Seringkali justru terdengar sebagai bualan di telinga seseorang yang sedang stres. Alangkah lebih baik kalau anda mengatakan sesuatu yang lebih realistis “Well, memang sekarang semua sedang kacau, harga-harga melambung tinggi, lapangan pekerjaan terbatas, namun apakah tidak semakin terperosok apabila anda memilih larut dalam kesedihan?“

3. Menggali terlalu dalam ke masalah pribadi

Seringkali, counsellor melupakan bahwa tiap pasien memiliki privacy yang dilindunginya dalam-dalam. Dia mungkin akan mengungkapkannya pada kita, namun perlu waktu. Seringkali counsellor yang tidak berpengalaman menanyakan hal-hal yang berbau pribadi justru pada satu atau dua pertemuan pertama ! Andaikata data itu memang diperlukan, sebaiknya anda menggunakan perumpamaan untuk menggali masalah pribadi pasien itu.

4. Bersikap sebagai hakim.

Kesalahan terbesar counsellor adalah bersikap seperti hakim yang menghakimi perbuatan pasien. Kalimat ’’Mestinya ini tidak akan terjadi jika anda memiliki tabungan, ketika anda di PHK, andaikata anda memiliki tabungan, mestinya anda dapat membuka usaha sendiri“. Kalimat ini hanya akan membuat pasien merasa dipojokkan dan bersikap defensif, yang berarti mempersulit proses konseling.

5. Selalu memberikan solusi

Benarkah dia memerlukan solusi? Seringkali, orang yang stres hanya butuh didengarkan, dan bukan dikuliahi dengan seabrek solusi yang anda tawarkan. Dengan didengarkan, dia merasa berbagi stres yang dia alami kepada anda sehingga bebannya semakin ringan. Inilah yang seringkali tidak disadari oleh seorang counsellor.


No comments:

Post a Comment

Kata Bijak :